User Engagement!

Andre Septiano
3 min readJun 12, 2022

--

User engagement mengukur apakah user menemukan hal yang bermanfaat dari produk yang dikembangkan, dan hal ini mengacu kepada seberapa sering dan seberapa lama seorang pengguna membuka produk yang telah dikembangkan. Ukuran tersebut dapat berupa kombinasi dari aktivitas yang dilakukan pengguna selama menggunakan aplikasi.

Mengapa User Engagement Cukup Penting?

User engagement memiliki korelasi yang tinggi terhadap bagaimana performa sebuah produk dan manfaatnya bagi pengguna. Atensi dari seorang pengguna merupakan sumber daya yang terbatas . Apabila seorang pengguna memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka pada sebuah aplikasi mengindikasikan bahwa mereka menemukan nilai atau kebergunaan dari produk tersebut. Hal ini dapat membuka peluang bisnis bagi para pemilik produk. Sangat mungkin seorang pengguna yang cukup sering memakai aplikasi untuk menyebarkan, membeli, dan kembali untuk menggunakan produk.

Pada perkuliahan PPL ini kelompok saya tidak mengembangkan sebuah aplikasi yang profitable karena penggunanya hanya dibatasi kepada sekelompok orang di lingkungan UI. Namun bukan berarti user engagement tidak diperlukan pada produk yang kami kembangkan.

Pada produk yang kami kembangkan, klien sebagai stakeholder memiliki peran penting dalam mencapai produk yang memiliki manfaat. Untuk itu para developer perlu memahami apa kebutuhan klien, dan hal ini diperlukan komunikasi yang berarti secara dua arah.

Langkah-Langkah dalam Menjalin Komunikasi dengan Stakeholder

Mengutip dari wipro.com, ada 9 langkah dalam menjalin komunikasi dengan stakeholder untuk mencapai user engagement, namun yang akan dibahas hanya langkah-langkah yang menurut saya penting. Diantaranya yaitu:

  • Stakeholder identification & engagement strategy
    Pahami klien terlebih dahulu! Sebelum memulai pengembangan produk, pahami latar belakang, kebutuhan, dan hal-hal yang dapat bermanfaat bagi klien. Dengan memahami klien, para developer bisa mengetahui produk apa yang harus dikembangkan dan bisa menghemat biaya, waktu, dan tenaga saat mengembangkan produk.
  • Engage from the start
    Setelah mengidentifikasi klien atau pengguna, langkah selanjutnya yaitu mengikutsertakan pengguna sedari awal dengan memberi gambaran bisnis dan tujuan dari produk. Hal ini dapat memberikan gambaran bagaimana proses pengembangan akan berjalanan kepada klien.
  • Communication
    Langkah ini merupakan kunci dari segalanya, terlebih apabila klien dilibatkan. Klien perlu mengetahui perkembangan produk sehingga harus ada kanal komunikasi antara developer dengan klien sedari awal.
  • User awareness
    User awareness harus didefinisikan secara jelas bersama klien dan harus dilanjutkan sampai akhir, walaupun produk bisa saja mengalami perubahan di tengah-tengah pengembangan.

Dampak dari Komunikasi dengan Stakeholder

Selama perkuliahan PPL berlangsung, kami diharapkan untuk menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat bagi user. Kami diberikan waktu sebanyak 4 kali sprint untuk berkreasi, namun ada permasalahan yang kami hadapi, yaitu tidak adanya komunikasi bersama klien, setidaknya pada 2 sprint pertama.

Pada pre-sprint 1 kami diberikan sejumlah berkas yang berisi data yang sekiranya ‘memberi gambaran’ terhadap produk yang harus kami kembangkan. Masalahnya, tidak ada satupun dari kami yang paham dengan data yang diberikan. Kemudian tidak adanya penjelasan lebih lanjut dari data-data yang telah diberikan. Data-data tersebut baru dapat kami pahami setelah dipertemukan dengan klien pada akhir sprint 2. Setelah pertemuan dengan klien tersebut kami memutuskan untuk memulai dari awal.

Pertemuan dengan klien tersebut membuat kami paham terhadap apa yang sebenarnya klien butuhkan, dan memberi kepuasan dari pihak kami sebagai developer dan pihak klien setelah kami berhasil menhasilkan produk yang bermanfaat.

Referensi

--

--